Thursday, August 30, 2012

Amida.

Disusurinya jalanan setapak yang rindang pepohonan. Perjalanan menuju tempat yang sama setiap pagi. Teduh. Hatinya yang retak disejuki semilir angin. Sebuah mobil menghampiri. Meminta ijin perkenalan. Bertanya nama. "Saya Amida,".

Dimintanya ia menaiki mobil. Ditolak. Sang pria memohon. Ia tetap menolak. Dilihatnya waktu berlari, dia terlambat. "Saya antar kamu sampai tujuan, tolong naik. Saya bermaksud baik,". Dikejar waktu dan pikiran yang tidak di tempat yang tepat, dia masuk.

Mobil melaju, obrolan mengalir. Sebuah tawaran diajukan di perjalanan. "10 juta di muka", ujar Si Pria. Hati Amida lepas dari tempatnya. Dibukanya pintu mobil. "Saya bukan perempuan seperti itu.", bisiknya seraya keluar dari mobil.

Di tempat tujuan dia terisak. Bahu seorang teman dijadikannya sandaran. Berceritalah tentang kisah singkat di perjalanan. Mendetil. Satu hal yang Teman tak ketahui, diam-diam Amida menyesal menolak tawaran tersebut.

No comments:

Post a Comment